Tampilkan postingan dengan label Mutiara Amaly. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Amaly. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Oktober 2013 - 0 komentar

Tenang, Bilang Saya KALAU ADA APA-APA


Tenang, Bilang Saya
KALAU ADA APA-APA

Tenang, Bilang saya kalau ada apa-apa

Perasaan akan tenang dan adem, ketika ada seseorang yang lebih kuat dari kita, bilang : “kalau ada apa-apa bilang saya!”
Bagaimana bila yang lebih kuat itu adalah Yang Maha Kuat di semesta alam, Allah Subhanahu wa ta’ala? Hati akan menjadi semakin tenang… jauh lebih tenang.
Memang seringkali syetan membisikkan pada hati, untuk cepat dan mudah mengeluh, sehingga sering keluh kesah keluar dari bibir. Padahal apabila sedikit bersabar…menunggu datangnya malam…atau ektika waktu sholat tiba…bisa mengadu pada-Nya…memohon petunjuk-Nya…dan Insya Allah ketakutan, kegundahan, sirna seiring air mata taubat pada-Nya…hati jadi rela, tenang, dan dapat memandang permasalahan dengan lebih jernih.
***
Benar kadang kala, Allah hilangkan sekejap surya. Kemudian diturunkannya guruh dan kilat.Puas kita menangis mencari surya kembali. Namun, rupa-rupanya Allah hendak hadiahkan pelangi yang cantik.
Kadang kala lama baru ketemu lagi dengan surya itu, setelah melalui musim yang panjang.
Riang kicauan burungdi pagi hari tak bermaksud petangnya kita masih mampu mendengar kicauan itu. Mungkin petangnya kita hanya mampu memandang burung-burung terbang berkawan pergi meninggalkan kita yang hanya mampu memandang.
Mana bisa bulan itu berbicara, jika awan menutupi wajahnya. Mana bisa bintang itu menyinar, jika rintik hujan masih turun, dan kita membenamkan wajah kita di balik bantal nan empuk.
Malam akan tetap nampak indah dan menawan walau dalam kegelapan. Tidak perlu menghiasi malam dengan remang  berwarna ungu senja. Tidak perlu dipakai celak pada malam yang memang gelap. Tidak perlu disuluh malam dengan cahaya rembulan.
***
Hidup berjalan, berganti, dan tak berulang. Saat berhadapan, bersyukur, sabar, tabah, dan rela menerima. Saat tak bersesuaian dengan kehendak, kesulitan, kepahitan hidup, ujian, cobaan…tetap dengan ketenangan.
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka , bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku….” (Q.S.Al-Baqarah : 186)
Kalau ada apa-apa segera datang kepada Allah. 
Kamis, 10 Oktober 2013 - 0 komentar

TIPS : Menghilangkan Rasa TIDAK TAKUT kepada Allah


TIPS : Menghilangkan Rasa TIDAK TAKUT kepada Allah


Pertama, mengingat Rasulullah s.a.w.bersabda : “Tidak ada seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya di neraka dan tempat duduknya di syurga.” Lalu mereka berkata : “Ya Rasulullah kalau begitu maka apakah kami patut berserah saja pada tulisan kami dan tinggalkan amal?”. Rasulullah bersabda : “Beramallah kamu, maka semuanya akan dipermudahkan kepada apa yang telah dituliskan bagi kamu. Adapun orang yang berbahagia, maka ia akan beramal dengan amal golongan bahagia. Dan orang yang celaka, maka ia beramal dengan golongan orang yang celaka.
Hadist di atas cukup menakutkan, betapa amal shalih itu belum tentu menjaminnya ke syurga karena masih bergantung pada takdir yang tertulis di Lauh Mahfuz.
Walau demikian, kenapa rasa takut itu belum hadir ketika sholat atau berada di pasar? Atau ketika dihadapkan oleh dua dilemma, kesusahan taat dan kelezatan syahwat? Mengapa kita masih bersuka ria, padahal kita tidak tahu beruntung atau celaka pada akhirat nanti?
Hikmah hadist ini diajarkan oleh Rasulullah agar kita tidak sombong dengan amal salih dan merasa cukup terjamin dengan ibadat itu.
Kedua, takut jika amal tidak diterima oleh Allah. Mungkin amal yang dibuat itu kotor dengan ria atau karena terpaksa, bukan lahir dari hati dan karena Allah. Atau mungkin beramal karena sombong dan berasa kita yang menggerakkan tubuh badan untuk beramal. Padahal, semua itu adalah gerakan kuasa Allah Yang Maha Besar. Karena petunjuk Allah-lah kita beribadat bukan karena semangat yang membara atau ilmu yang menggunung atau sebutan dan sanjungan manusia kepada diri kita. Tanyakan pada diri sendiriadakah amal ini tidak terjangkit oleh kuman yang merusakkannya??
Hadist Rasulullah s.a.w. menukilkan mengenai rusaknya amal salih : “Malaikat yang membawa amal manusia memuji-muji amal salih itu dan mempersembahkannya kepada Allah, lalu Allah berfirman : “Kamu semua hanya menuliskan tetapi Aku Maha Mengetahui apa yang dikerjakannya itu bukan untuk-Ku. Musnahkanlah ia karena ia bukan untuk-Ku.”
Ketiga, takut kepada kematian ketika beramal. Maka akan lahirlah perasaan takut kepada kuasa Allah. Kita mau ajal sampai, sedang beribadat kepada Allah dan takut kepada-Nya. Masa begitu singkat, maka gunakan ia untuk sebenar-benar penghambaan. Rasulullah bersabda : “Manusia akan dibangkitkan menurut cara kematiannya.”
Terakhir, takut kepada Allah dengan mengingati hari terpenting dalam hidup yaitu hari akhirat. Aisyah r.a. menanyakan persoalan paling romantik kepada kekasihnya Nabi Muhammad : “Wahai kekasihku, Ya Rasulullah, di manakah tempat orang yang mencintai tidak ingat kepada orang yang dicintai?”, Jawab baginda : “Ada tiga tempat yang ia tidak ingat, yaitu : Pertama ketika ditimbang amal apakah rinagn atau berat. Kedua ketika menerima catatan amal sehingga tahu dengan tangan kanan atau kiri. Ketiga ketika keluar   ular besar dari neraka yang mengepung mereka dan berkata : “Aku disuruh mencari 3 jenis manusia : orang yang syirik, orang yang kejam dan alim serta orang yang tidak percaya dengan hari ini.”
Betapa hanya Allah layak untuk diagungkan, ditakuti, dipuji dan diminta pertolongan-Nya. Hanya orang yang diberi petunjuk dan dicurahi nikmat iman serta kasih Illahi yang dapat merasakan takut kepada Allah pada setiap detak jantungnya.
Sabtu, 28 September 2013 - 0 komentar

Jangan Pertikaikan ISLAM Berkata Jangan


~ Jangan Pertikaikan ISLAM Berkata Jangan ~



Jangan sengaja lewatkan shalat . Perbuatan ini Allah tidak suka. Jangan masuk ke bilik air tanpa memakai alas kaki. Takut kalau-kalau terbawa keluar najis, mengotori seluruh rumah kita. Jangan tidur selepas sholat Subuh, nanti rezeki mahal (karena berpagi-pagi itu membuka pintu berkat). Jangan makan tanpa membaca BISMILLAH dan doa makan. Nanti rezeki kita dikongsi syaitan.

Jangan keluar rumah tanpa niat untuk membuat kebaikan. Takut-takut kita mati dalam perjalanan. Jangan biarkan mata liar di perjalanan. Nanti hati kita gelap diselaputi dosa. Jangan bergaul bebas di tempat kerja. Banyak buruk dari baiknya.

Jangan menangguh taubat bila berbuat dosa, karena mati bisa datang tiba-tiba. Jangan ego untuk meminta maafpada ibu bapa dan sesama manusia kalau memang kita bersalah. Jangan mengumpat sesama rekan taulan. Nanti rusak persahabatan kita, hilang bahagia.

Jangan lupa bergantung pada Allahdalam setiap kerja kita. Nati kita sombong apabila berjaya. Jangan bakhil untuk bersedekah. Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita. Jangan banyak ketawa. Nanti mati jiwa. Jangan biasakan berbohong, karena ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih orang kepada kita.

Jangan suka menganiaya manusia atau hewan. Doa makhluk yang teraniaya cepat dimakbulkan Allah. Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama dan hidup di sana lebih lama dan lebih kekal selamanya.

Jangan mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata JANGAN. Sebab semuanya untuk keselamatan kita.
Allah lebih tahu apa yg terbaik untuk hamba ciptaanNya. 
Selasa, 25 Juni 2013 - 2 komentar

~Semua Telah Dijawab oleh Allah~

~Semua Telah Dijawab oleh Allah~

KENAPA AKU DIUJI?
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al-Ankabut : 2-3)

KENAPA TAK DAPAT YANG AKU MAU?
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah : 286)

RASA FRUSTASI?
“Janganlah kamu bersikap lemah; dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Al-Imran : 138)

BAGAIMANA MENGHADAPINYA?
“Wahai orang-orang yang beriman ! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu, lebih dari kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah perbatasan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu kamu mencapai kemenangan.” (Al-Imran : 200)
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” (Al-Baqarah : 45)

APA YANG KUDAPAT DARI SEMUA INI?
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka……. (At-Taubah : 111)

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.” (At-Taubah: 129)

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!
“…….. dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf : 12)